Thursday, February 24, 2011

Membantu Onani Adik Cowok dan Temannya

Namaku Mirna umur 20 tahun. Peristiwa ini terjadi ketika aku berumur 20 dan adik aku 13. Ketika itu keluargaku keluar kota bermalam dan menginap di hotel dalam satu kamar dengan 3 bed. Pagi-pagi kami semua akan sarapan. Karena aku dan adik aku telat bangun dan perjalanan akan segera dilanjutkan, orangtua kami menyuruh kami mandi bersama supaya lebih cepat menyusul mereka ke lobby untuk sarapan.
Akhirnya kami masuk ke kamar mandi dan membuka pakaian satu per satu. Kami merasa malu. tapi, ya sudahlah.mau bagaimana lagi? aku sudah telanjang dan adikku sedang membuka celananya.
Aaku kaget melihat tititnya imut banget! dia belom disunat. Kami keturunan chinese jadi tidak ada tradisi sunat menyunat. Walaupun aku sudah berkali-kali melihat titit pacarku tapi itu sudah disunat hanya sebatas lihat dan memegang saja. Ketika kami sedang mandi saya melihat dia membuka kulit tititnya.
Aku tanya,"kok lu buka titit lu?ga sakit?"
dia jawab "ga.udah biasa aku bersihin kan ga disunat mau coba ikut bersihin?"
Malu bercampur mau akhirnya aku coba. Pas aku bersihin dia suruh aku buka tutup kulitnya. Aku kira itu bagian dari membersihkannya, ternyata semakin lama semakin besar dan bentuknya seperti sudah sunat. Setelah kira2 5 menit, spermanya muncrat."crooott.crooottt.crooottt..". Aku kaget banget dia bilang itu nyoli.

Akhirnya kami membersihkan badan masing-masing. Siangnya sebelum kami menuju berangkat lagi, kami berenang di kolam renang hotel. Kami bertemu dengan teman adik aku yang namanya Danu yang kebetulan banget tinggalnya di sekitar hotel kami menginap. Kami bertiga berenang bersama. Setelah berenang adikku mengajak mandi bareng bertiga. Kebetulan orang tua kami mempunyai sedikit keperluan dengan teman bisnisnya di kota yang kami singgahi. Akhirnya kami kembali ke kamar bersama Danu.
Kami masuk ke kamar mandi dan membuka pakaian masing-masing. Aku kaget ternyata Danu juga belom disunat. Padahal agamanya mengharuskan untuk disunat.
Aku tanya,"Danu,kok lu ga disunat?"
dia jawab "ga ah takut katanya sakit banget"
aku jawab "iya tuh adik aku juga ga mau penakut dia.haha"
ternyata banyak juga cowok yang ga disunat seperti tadi pagi adik aku membersihkan tititnya lagi dan Danu mengajarkan gimana caranya. Kepala penis Danu lebih gelap warnanya mungkin karena baru pertama kali dan ada putih2nya. Setelah dibersihkan, adik aku suruh aku nyoliin Danu. Aku buka kulit tititnya terus dia teriak "aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!"
Mungkin dia belum terbiasa, aku kocok maju mundur. Lama kelamaan tititnya makin gede. Ga sengaja aku pukul testisnya.Wah, muka dia langsung merah dan tersungkur kesakitan. Aku bingung banget terus adik aku jelasin kalau itu bagian yang sangat sensitif. Aku minta maaf ke Danu.
Setelah istirahat beberapa menit aku lanjutin nyoliin dia lagi. Dia merasa keenakan. Walaupun sekarang dia lebih lemas. Mungkin karena testisnya terpukul Danu lebih tidak tahan lama baru aku kocok 3 menit, spermanya udah keluar."crrrrrrroooooooooooootttttttttttt!!croooooooooooottttttt!!".
Wah lebih putih dan kental itulah pengalaman saya nyoliin adik dan temannya.

THE END.
Diceritakan kembali oleh Mirna

No comments:

Post a Comment